Mesin cuci bekerja dengan kombinasi air, deterjen, putaran motor, dan sistem pembuangan. Di dalamnya ada banyak titik yang rentan terhadap residu, lumut, serta kerak sabun. Jika dibiarkan, penumpukan kecil itu akan berubah menjadi masalah yang lebih besar: bau tidak sedap, cucian kurang bersih, proses spin tidak seimbang, sampai komponen yang lebih cepat aus. Pembersihan rutin membantu mencegah penumpukan deterjen, kerak air keras, dan pertumbuhan jamur yang sering membuat mesin terasa “kotor” meskipun dari luar terlihat normal.
Banyak teknisi juga menekankan bahwa mesin cuci yang dirawat dengan baik cenderung lebih stabil dalam jangka panjang, terutama karena beban kerja komponen menjadi lebih ringan. Karena itu, perawatan bukan biaya tambahan, melainkan bagian dari cara menjaga investasi rumah tangga tetap awet.
1. Bersihkan tabung mesin cuci secara berkala
Tabung terlihat bersih, padahal sering menyimpan residu deterjen, sisa serat kain, dan kelembapan yang memicu bau. Banyak sumber perawatan rumah tangga merekomendasikan pembersihan drum atau tabung setidaknya sebulan sekali, terutama jika mesin sering dipakai. Pembersihan rutin ini membantu mencegah residu dan jamur menempel di bagian yang sulit dilihat.
Untuk membersihkannya, jalankan mode pembersihan drum jika mesin punya fitur Tub Clean, Drum Clean, atau Self Clean. Jika tidak ada, gunakan siklus kosong dengan air panas dan pembersih khusus mesin cuci. AIO Store menyarankan jangan menunggu tabung berbau dulu baru dibersihkan, karena saat bau muncul biasanya residu di dalam sudah cukup banyak. Tom’s Guide juga menekankan bahwa pembersihan berkala lebih aman dibanding mengandalkan cuka berulang kali untuk deep clean, karena penggunaan cuka yang terlalu sering dapat berisiko pada seal karet, selang, dan bagian logam tertentu.
2. Jangan biarkan pintu atau tutup mesin langsung tertutup rapat
Kelembapan adalah musuh utama mesin cuci. Setelah mencuci, selalu sisakan pintu atau tutup sedikit terbuka agar udara bisa keluar dan bagian dalam cepat kering. Ini sangat penting pada mesin cuci front loading, karena area seal pintu cenderung menahan air lebih lama dan menjadi tempat favorit jamur serta mildew. Membiarkan pintu terbuka setelah dipakai adalah salah satu kebiasaan paling sederhana untuk mencegah bau apek.
Kalau mesin cuci berada di area yang lembap atau ruangan tanpa ventilasi bagus, kebiasaan ini jadi semakin penting. Bahkan pada mesin top loading, sisa kelembapan tetap bisa memicu bau jika mesin langsung ditutup rapat setelah selesai digunakan.
3. Bersihkan gasket, pintu, dan area karet secara rutin
Bagian karet atau gasket pada mesin cuci front loading adalah salah satu area yang paling sering luput dari perhatian. Padahal, di situlah air kecil, serat kain, dan sisa sabun sering tertinggal. Para ahli perawatan alat rumah tangga menekankan bahwa area ini perlu dilap secara rutin karena kelembapan dan residu di seal dapat menjadi sumber bau dan jamur.
Cukup lap dengan kain lembut setelah proses mencuci selesai. Jika ada kotoran yang menumpuk, gunakan air hangat dan pembersih ringan. Hindari bahan abrasif yang bisa merusak permukaan karet. Kebiasaan kecil ini jauh lebih efektif dibanding menunggu seal menghitam baru dibersihkan.
4. Bersihkan filter secara teratur
Filter mesin cuci menangkap serat kain, benang, rambut, dan kotoran kecil sebelum masuk ke sistem pembuangan. Jika filter tersumbat, aliran air menjadi tidak lancar dan mesin bisa bekerja lebih berat. BHG merekomendasikan filter dibersihkan setidaknya setiap enam bulan, dan untuk pemakaian yang sering, pengecekan lebih rutin akan lebih aman.
Pada praktiknya, AIO Store menyarankan filter diperiksa lebih sering jika rumah kamu mencuci setiap hari atau sering mencuci pakaian berbulu, handuk, dan sprei. Semakin banyak serat yang ikut tercuci, semakin cepat filter penuh. Membersihkan filter hanya butuh beberapa menit, tetapi efeknya besar untuk menjaga performa mesin.
5. Gunakan deterjen sesuai takaran
Deterjen berlebihan bukan berarti cucian lebih bersih. Justru residu sabun yang terlalu banyak dapat menempel di drum, laci deterjen, selang, dan gasket. Penumpukan ini membuat mesin lebih cepat bau dan bisa meninggalkan noda pada pakaian. Karena itu, takaran deterjen sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas cucian dan tingkat kekotorannya.
Untuk mesin front loading, gunakan deterjen low suds atau HE agar busa tidak berlebihan. Untuk top loading, tetap gunakan sesuai panduan pabrikan dan jangan berasumsi “lebih banyak berarti lebih bersih”. Kebiasaan ini sederhana, tetapi dampaknya besar terhadap umur mesin.
6. Jangan memaksakan kapasitas cucian
Mesin cuci punya batas kerja ideal. Mengisi tabung terlalu penuh membuat motor, suspensi, dan putaran spin bekerja lebih berat dari seharusnya. Selain mempercepat keausan, beban berlebih juga bisa membuat cucian tidak seimbang sehingga hasil cuci dan pengeringan menurun. Prinsip paling aman adalah menyisakan ruang agar pakaian bisa bergerak bebas di dalam tabung.
Kalau kamu sedang memilih unit baru, artikel AIO Store tentang mesin cuci LG top loading terbaik bisa membantu melihat bagaimana kapasitas dan fitur memengaruhi kenyamanan pemakaian harian. Sementara itu, pengguna yang ingin lebih hemat listrik biasanya juga mempertimbangkan teknologi pada mesin cuci inverter, karena fokusnya memang ada pada efisiensi kerja motor dan kestabilan putaran.
7. Pastikan posisi mesin cuci rata dan stabil
Mesin cuci yang tidak rata akan bergetar lebih keras saat spin. Dalam jangka panjang, getaran berlebih bisa mempercepat kendornya komponen, membuat bunyi makin kasar, dan menambah tekanan pada bagian mekanis. Karena itu, periksa kaki mesin dan pastikan permukaan tempat meletakkan mesin benar-benar stabil.
Jika rumah kamu punya lantai yang sedikit miring atau licin, gunakan alas anti-slip atau atur ulang posisi kaki mesin. Perawatan kecil seperti ini sering dianggap sepele, padahal sangat membantu mencegah kerusakan yang tidak terlihat dari luar.
8. Rawat laci deterjen dan dispenser
Banyak orang membersihkan tabung, tetapi lupa pada laci deterjen. Padahal, area ini sangat rentan terkena kerak sabun dan sisa pelembut pakaian. Bila dibiarkan, laci bisa menjadi sumber bau dan membuat aliran deterjen tidak optimal. Perawatan rutin pada dispenser termasuk salah satu langkah yang direkomendasikan dalam panduan perawatan mesin cuci modern.
Lepaskan laci jika bisa dicopot, lalu rendam dan bersihkan dengan air hangat. Pastikan semua sudut tidak ada kerak yang tertinggal. Perawatan ini bisa dilakukan setiap dua minggu sekali atau lebih sering jika pemakaian mesin cuci cukup intensif.
9. Periksa selang air dan saluran pembuangan
Selang air adalah bagian yang sering dilupakan sampai muncul kebocoran. Padahal, selang yang getas, retak, atau tersumbat bisa menyebabkan masalah air masuk dan keluar tidak lancar. Real Simple juga menyarankan pemeriksaan dan pembuangan air rutin sebagai bagian dari perawatan berkala, terutama bila mesin menunjukkan gejala drain yang kurang normal.
AIO Store menyarankan kamu mengecek selang setiap beberapa bulan sekali, terutama jika mesin berada di area yang sering lembap atau terkena gesekan. Bila selang terlihat keras, berubah warna, atau ada retakan kecil, lebih baik ganti sebelum bocor benar-benar terjadi.
10. Hindari kebiasaan membersihkan mesin dengan bahan yang terlalu keras
Membersihkan mesin cuci memang penting, tetapi caranya juga harus benar. Tom’s Guide menyoroti bahwa penggunaan cuka untuk deep clean sebaiknya tidak dilakukan berulang kali karena dapat merusak komponen tertentu, terutama pada mesin efisiensi tinggi. Untuk pembersihan rutin, gunakan metode yang lebih aman seperti pembersih khusus mesin cuci, siklus air panas, atau bahan yang memang direkomendasikan untuk mesin.
Kalau kamu ingin mesin awet, prinsipnya adalah membersihkan tanpa mempercepat kerusakan komponen. Jadi, hindari kebiasaan mencampur bahan yang tidak jelas atau memakai cairan pembersih yang terlalu agresif.
Kapan mesin cuci perlu dibersihkan lebih sering?
Frekuensi perawatan tidak selalu sama untuk setiap rumah. Mesin yang dipakai sangat sering tentu butuh perhatian lebih cepat. Beberapa panduan perawatan menyarankan pembersihan bulanan untuk penggunaan normal, dan lebih sering jika mesin dipakai intensif atau tinggal di area lembap. Jika rumah kamu mencuci hampir setiap hari, maka area gasket, filter, dan drum perlu dipantau lebih rapat.
Tanda mesin perlu dibersihkan lebih cepat biasanya cukup mudah dikenali: bau apek, residu putih di tabung, pakaian tidak seharum biasanya, atau muncul noda tipis pada hasil cucian. Saat tanda ini muncul, jangan menunggu jadwal berikutnya.
- AIO Store Cirebon: Jalan Kalijaga No.4 Kesunean, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45113
- AIO Store ASS Mall: Jalan Brigjen Darsono No. 72, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Cirebon, Jawa Barat 45132
- AIO Store Premium: Jalan Pekarungan No.15, Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45112
- AIO Store Tasikmalaya: Jalan Pasar Wetan No. 93-97 Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46123
- AIO Store Kopo Bandung: JL. Soekarno Hatta No. 318, Bandung, Jawa Barat 40233
- AIO Store Ujung Berung Bandung: Jl. AH. Nasution No.2, Pakemitan, Kec. Cinambo, RT.001/RW.001, Pakemitan, Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat 45474
- AIO Electronic HUB: JL. Rasuna Said. 1 Blok BB 01, PIK 2, Salembaran, Kosambi, Tangerang Regency, Banten 15214
- Jl. Letnan Joni No. 1 & 5, Jatibarang Baru, Kec. Jatibarang, Kabupaten Indramayu,, Jawa Barat 45273, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 45273











































