Sebelum memasang sistem pengawasan di rumah atau tempat usaha, penting untuk mengetahui berapa watt CCTV yang dibutuhkan agar penggunaan listrik tetap efisien dan tidak membebani daya rumah. Banyak orang mengira CCTV selalu boros listrik, padahal konsumsi dayanya sangat bergantung pada jenis kamera, jumlah unit, serta fitur yang digunakan.
Dengan memahami berapa watt CCTV secara akurat, Anda bisa merencanakan instalasi yang aman, memilih perangkat yang tepat, serta menghitung estimasi biaya listrik bulanan dengan lebih realistis. Artikel ini akan membahas secara lengkap berapa watt CCTV, cara menghitung kebutuhan dayanya, hingga tips menghemat listrik tanpa mengurangi fungsi keamanan.
Berapa watt CCTV?
Secara singkat, berapa watt cctv untuk kamera rumah tangga biasanya berkisar 2–10 watt per unit. Kamera IP dengan fitur lebih banyak sering mengonsumsi antara 7–20 watt per unit. Kamera PTZ yang dilengkapi motor pan-tilt-zoom dapat mencapai 15–30 watt saat aktif menggerakkan motor atau menggunakan zoom. Perangkat tambahan seperti DVR atau NVR umumnya menambahkan 10–30 watt ke total sistem. Dengan angka-angka ini Anda bisa cepat memperkirakan total daya: misalnya 4 kamera rumah (masing-masing 6 W) ditambah DVR 20 W berarti total kira-kira 44 W. Mengetahui berapa watt cctv membantu menentukan apakah instalasi Anda bisa dipasangkan ke PoE switch standar, atau perlu power injector dan UPS khusus.
Rentang watt berdasarkan jenis kamera – detail per tipe
Kamera analog (4–10 W)
Kamera analog tradisional termasuk yang paling hemat. Untuk sebagian besar model rumah tangga, konsumsi berkisar antara 4–10 W, tergantung adanya IR LED untuk night vision. Jika Anda bertanya berapa watt cctv analog yang umum, patokannya ada di rentang tersebut.
Kamera IP wired (7–20 W)
Kamera IP menawarkan resolusi lebih tinggi, fitur analitik, dan koneksi jaringan yang membuatnya lebih “smart”. Pertanyaan berapa watt cctv untuk kamera IP harus mempertimbangkan apakah kamera menggunakan PoE, jumlah IR LED, dan apakah ada fitur AI yang aktif. Rata-rata 7–20 W per unit adalah angka yang realistis.
Kamera nirkabel / wireless (4–10 W plus transmisi)
Kamera wireless sering kali hemat daya untuk operasinya, tetapi konsumsi tambahan terjadi saat mentransmisikan data via Wi-Fi. Ketika menghitung berapa watt cctv untuk kamera wireless, sertakan overhead transmisi jika sistem Anda banyak mengandalkan jaringan nirkabel.
Kamera PTZ (15–30 W)
Motor, mekanik untuk gerakan, dan zoom membuat PTZ memerlukan daya lebih besar. Jika Anda bertanya berapa watt cctv untuk PTZ yang sering bergerak, siapkan angka pada kisaran 15–30 W untuk tiap unit, dan lebih tinggi lagi saat motor bekerja.
Smart camera dan camera dengan AI (3–15 W atau lebih)
Kamera kecil berfitur cloud atau AI dapat bervariasi daya konsumsi tergantung kemampuan on-board. Ketika mempertimbangkan berapa watt cctv untuk model smart, cek datasheet karena fitur pengenal wajah atau object detection dapat menaikkan penggunaan daya.
Perangkat pendukung: DVR, NVR, PoE switch, storage
Selain kamera, komponen lain menambah konsumsi. DVR/NVR biasanya 10–30 W. PoE switch harus diperhitungkan berdasarkan total watt yang bisa disuplai per port. HDD untuk storage menambah beban listrik, begitu pula monitor pengawas. Saat menghitung total, jangan lupa memasukkan komponen pendukung ini ke dalam estimasi berapa watt cctv keseluruhan.
Faktor yang mempengaruhi konsumsi daya CCTV
- Resolusi dan bitrate: kamera 4K mengonsumsi lebih banyak daya dibandingkan kamera 1080p.
- Night vision: IR LED menyala saat gelap dan dapat meningkatkan konsumsi secara signifikan.
- Aktivitas motor PTZ: pergerakan dan zoom memakai daya puncak.
- Konektivitas: Wi-Fi memerlukan energi tambahan untuk transmisi.
- Fitur on-board: AI, analytics, dan perekaman lokal menambah beban.
- Mode perekaman: perekaman 24/7 mengonsumsi lebih banyak daya dan storage dibandingkan event-based recording.
Cara menghitung berapa watt CCTV yang Anda butuhkan – langkah praktis
1. Kumpulkan data watt per perangkat
Catat spesifikasi watt setiap kamera, DVR/NVR, PoE switch, monitor, dan HDD. Jika hanya tersedia ampere, konversi ke watt: Watt = Volt × Ampere. Gunakan voltase 12 V untuk kamera DC biasa, atau 48 V untuk PoE.
2. Jumlahkan semua watt perangkat
Total Watt = Σ (Watt kamera) + Watt DVR/NVR + Watt switch + Watt monitor + Watt storage
3. Tambahkan margin keamanan
Tambahkan overhead 10–20% untuk beban puncak (mis. saat PTZ bergerak atau IR menyala secara bersamaan).
4. Konversi ke energi (kWh)
kWh per hari = (Total Watt / 1000) × jam operasi per hari
kWh per bulan = kWh per hari × 30
5. Hitung biaya listrik
Biaya bulanan = kWh per bulan × tarif listrik per kWh
6. Pertimbangan PoE
Jika memakai PoE, perhatikan standar: 802.3af menyediakan sekitar 15.4 W per port, 802.3at hingga 30 W. Tentukan apakah switch Anda cukup untuk beban total.
Contoh perhitungan lengkap
Contoh A – Rumah kecil, 4 kamera analog + DVR
- Kamera: 4 unit × 6 W = 24 W
- DVR: 20 W
- Monitor: 20 W (opsional, bisa dimatikan saat tidak disupervisi)
- Total sebelum overhead: 64 W
- Overhead 15%: 9.6 W → Total aman ≈ 74 W
- Operasi 24 jam: kWh/hari = (74 / 1000) × 24 = 1.776 kWh/hari → Bulanan ≈ 53.28 kWh
- Jika tarif listrik 1.500 IDR/kWh → biaya ≈ 79.920 IDR/bulan
Contoh B – Rumah modern, 6 kamera IP 4MP PoE + NVR + PoE switch
- Kamera: 6 × 10 W = 60 W
- NVR: 25 W
- PoE switch (idle overhead): 10 W
- HDD: 8 W
- Total sebelum overhead: 103 W
- Overhead 15% ≈ 15.45 W → Total aman ≈ 119 W
- kWh/hari (24 jam) = (119 / 1000) × 24 = 2.856 kWh → Bulanan ≈ 85.68 kWh
Contoh C – Usaha kecil, 12 kamera campuran + NVR + UPS
- Kamera campuran: 8 × 10 W (IP) + 4 × 20 W (PTZ saat aktif) = 80 + 80 = 160 W
- NVR + switch + HDD: 60 W
- Total sebelum overhead: 220 W
- Overhead 20% ≈ 44 W → Total aman ≈ 264 W
- kWh/hari (24 jam) = (264 / 1000) × 24 = 6.336 kWh → Bulanan ≈ 190.08 kWh
Tabel ringkasan watt tipikal per perangkat
| Perangkat | Kisaran Watt | Catatan |
|---|---|---|
| Kamera analog | 4–10 W | Hemat, IR menambah watt |
| Kamera IP wired | 7–20 W | Resolusi dan fitur berpengaruh |
| Kamera wireless | 4–10 W (+transmisi) | Transmisi Wi-Fi menambah beban |
| Kamera PTZ | 15–30 W | Motor dan zoom meningkatkan daya |
| Smart camera | 3–15 W | Bergantung AI/Cloud |
| DVR / NVR | 10–30 W | Bergantung channel & storage |
| PoE switch per port | 15–30 W | Sesuaikan dengan standar 802.3af/at |
| HDD (per unit) | 5–10 W | Perekaman 24/7 menambah beban |
| Monitor pengawas | 15–65 W | Bergantung ukuran & tipe |
Tips praktis menghemat daya pada sistem CCTV
- Aktifkan perekaman bertumpu pada motion detection: merekam hanya saat ada aktivitas mengurangi beban storage dan pemrosesan, sehingga berdampak kecil terhadap total konsumsi.
- Pilih kamera low-power atau dengan mode hemat daya: beberapa model menawarkan sleep mode saat tidak ada aktivitas.
- Gunakan H.265 atau codec efisien: mengurangi kebutuhan storage dan beban NVR sehingga HDD bekerja lebih ringan.
- Optimalkan pengaturan IR: gunakan auto IR agar LED infrared tidak menyala siang hari.
- Atur jadwal perekaman: jika area aman di siang hari, aktifkan rekaman penuh hanya malam hari.
- Pilih PoE switch yang tepat: gunakan switch dengan efisiensi tinggi dan alokasikan port sesuai kebutuhan, hindari overspec yang boros.
- Matikan monitor saat tidak diperlukan: pengawasan visual sering tidak diperlukan 24 jam dan dapat dimatikan untuk menghemat.
- Pilih kamera dengan adjustable frame rate: turunkan frame rate saat aktivitas rendah untuk mengurangi beban.
- Gunakan zona deteksi cerdas: batasi area yang membutuhkan pengawasan penuh agar trigger false alarm berkurang.
- Penempatan optimal: hindari menempatkan kamera menghadap sumber cahaya kuat sehingga IR tidak bekerja lebih keras.
- Jadwalkan pemeliharaan: lensa kotor memicu IR lebih sering untuk kompensasi, bersihkan secara berkala.
- Gunakan UPS dengan efisiensi baik: UPS yang terlalu besar namun tidak efisien dapat menambah kerugian energy conversion.
- Monitoring dan pengukuran: pasang wattmeter untuk mengukur penggunaan aktual dan bandingkan dengan estimasi.
Perbandingan konsumsi: CCTV vs perangkat rumah lain
Untuk konteks praktis tentang berapa watt cctv artinya terhadap tagihan listrik, bandingkan dengan perangkat rumah lain. Misalnya TV 65 inch modern bisa mengonsumsi 80–200 W saat aktif. Jika Anda ingin membandingkan berapa watt cctv vs TV dalam skenario konsumsi, lihat rekomendasi TV 65 inch terbaik untuk memilih model dengan efisiensi energi yang baik. Secara sederhana, beberapa kamera CCTV dibandingkan satu TV 65 inch mungkin masih menghasilkan konsumsi lebih kecil, tergantung jumlah kamera dan durasi operasi.
Checklist instalasi hemat energi dan pengukuran lapangan
Pra-instalasi
- Hitung total watt berdasarkan spesifikasi.
- Tentukan sumber daya: PoE atau adaptor DC.
- Rencanakan routing kabel dan ground untuk mengurangi losses.
- Pilih PoE switch dengan kapasitas total cukup.
Saat instalasi
- Gunakan kabel berkualitas untuk mengurangi resistansi.
- Setting IR dan frame rate sesuai kebutuhan.
- Pastikan ventilasi pada NVR/DVR agar komponen tidak overheat dan bekerja efisien.
Post-instalasi
- Ukur draw aktual dengan wattmeter untuk memvalidasi perhitungan.
- Bandingkan angka aktual dengan estimasi berapa watt cctv untuk menyesuaikan pengaturan.
- Terapkan schedule perekaman dan motion detection sesuai pemakaian.
FAQ
Berapa watt daya CCTV?
Secara umum, berapa watt cctv per unit bervariasi: kamera standar rumah bertengger di kisaran 2–10 W, kamera IP 7–20 W, PTZ 15–30 W. Untuk mengetahui angka pasti, cek spesifikasi pabrikan pada datasheet.
Apakah CCTV memakan banyak listrik?
CCTV relatif hemat dibanding banyak peralatan rumah tangga lain, namun total konsumsi tergantung jumlah kamera, tipe, perekaman 24/7, dan perangkat pendukung seperti NVR dan HDD. Sistem kecil 4 kamera mungkin hanya menggunakan puluhan watt, sedangkan sistem besar ratusan watt.
Berapa watt daya yang dibutuhkan kamera CCTV?
Daya yang dibutuhkan tergantung tipe: analog biasanya 4–10 W, IP 7–20 W, wireless 4–10 W, PTZ 15–30 W. Perhatikan juga bahwa saat IR atau motor bekerja, konsumsi puncak bisa lebih tinggi.
Berapa watt kamera CCTV V380 pro?
Untuk model tertentu seperti V380 pro, angka spesifik sebaiknya dilihat di datasheet pabrik. Secara umum kamera berbasis dome kecil atau bullet consumer sering berada di kisaran 3–8 W. Jika Anda memiliki model V380 pro tertentu, periksa label atau halaman produk resmi untuk konfirmasi berapa watt cctv yang sebenarnya.
Tabel perbandingan kesimpulan dan quick picks
| Skenario | Estimasi jumlah kamera | Estimasi total watt | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| Rumah kecil (4 kamera analog) | 4 | 40–80 W | Kamera analog hemat + DVR sederhana |
| Rumah modern (6 kamera IP PoE) | 6 | 84–150 W | PoE switch efisien + NVR H.265 |
| Toko/kantor kecil (8–12 kamera campuran) | 8–12 | 150–350 W | NVR rack, HDD kapasitas besar, UPS terukur |
| Usaha besar / gedung (16+ kamera) | 16+ | 300–600 W+ | Rencana distribusi daya, rackmount NVR, UPS terukur |
Catatan penutup dan rekomendasi praktis
Menjawab secara tepat berapa watt cctv untuk instalasi Anda membutuhkan data spesifik tiap perangkat. Gunakan datasheet pabrikan sebagai sumber angka utama, tambahkan overhead untuk puncak beban, lalu konversi ke kWh untuk estimasi biaya. Terapkan tips penghematan seperti motion-triggered recording, codec efisien, dan PoE management untuk menekan tagihan tanpa mengorbankan keamanan. Jika Anda ingin membandingkan konsumsi perangkat lain, pertimbangkan memilih perangkat rumah tangga yang hemat energi, misalnya saat memilih TV 65 inch pilih model yang efisien agar beban total rumah tetap terkendali.



































