Berapa Watt CCTV? Ini Cara Menghitung dan Tips Menghematnya

Sebelum memasang CCTV, pertanyaan paling penting bukan hanya mereknya, tetapi berapa watt CCTV yang akan dipakai. Ini menentukan apakah daya rumah cukup, apakah perlu PoE switch tertentu, dan berapa perkiraan biaya listrik bulanan.

Banyak orang mengira CCTV selalu boros. Padahal, konsumsi dayanya biasanya kecil. Yang sering membuat total daya membengkak justru jumlah kamera, fitur night vision, kamera PTZ, serta perangkat pendukung seperti DVR, NVR, dan storage.

Kalau kamu sedang merencanakan pemasangan CCTV di rumah, toko, kantor, atau gudang, artikel ini akan membantu kamu menghitung kebutuhan daya dengan cara yang lebih realistis.

Berapa watt CCTV?

Secara umum, konsumsi daya CCTV berada di kisaran berikut:

  • Kamera analog: 4–10 watt per unit
  • Kamera IP: 7–20 watt per unit
  • Kamera wireless: 4–10 watt per unit
  • Kamera PTZ: 15–30 watt per unit
  • Smart camera dengan AI: 3–15 watt atau lebih
  • DVR atau NVR: 10–30 watt
  • Monitor pengawas: 15–65 watt
  • HDD untuk rekaman: 5–10 watt per unit

Jadi, kalau kamu bertanya berapa watt CCTV untuk rumah, jawaban paling jujurnya adalah: tergantung jenis kamera dan jumlah perangkat yang dipakai.

Sebagai contoh sederhana, 4 kamera rumah masing-masing 6 watt ditambah DVR 20 watt berarti totalnya sekitar 44 watt. Angka ini masih tergolong kecil untuk sistem keamanan yang aktif 24 jam.

Kenapa watt CCTV bisa berbeda-beda?

Karena CCTV bukan cuma kamera. Daya yang dipakai dipengaruhi oleh beberapa hal penting:

1. Jenis kamera

Kamera analog biasanya paling hemat. Kamera IP lebih boros sedikit karena punya resolusi lebih tinggi, koneksi jaringan, dan fitur tambahan. Kamera PTZ paling tinggi karena punya motor untuk bergerak dan zoom.

2. Night vision

Saat gelap, infrared LED akan aktif. Di kondisi ini, watt kamera bisa naik dibanding siang hari.

3. Fitur pintar

Kamera dengan deteksi gerakan, AI, pengenalan wajah, atau analitik video biasanya butuh daya lebih besar dibanding kamera biasa.

4. Rekaman 24 jam

Semakin lama sistem aktif, semakin besar total konsumsi energi. Bukan hanya kamera, tetapi juga NVR, hard disk, dan monitor.

5. Sistem koneksi

Kamera PoE, wireless, atau adaptor DC punya karakter daya yang berbeda. Ini juga perlu diperhitungkan saat instalasi.

Watt berdasarkan jenis CCTV

Kamera analog

Kamera analog termasuk yang paling hemat daya. Umumnya berada di kisaran 4–10 watt per unit. Cocok untuk kebutuhan dasar yang tidak terlalu banyak fitur tambahan.

Kamera IP wired

Kamera IP biasanya mengonsumsi 7–20 watt per unit. Angkanya bisa naik jika resolusi tinggi, ada infrared kuat, atau fitur AI aktif.

Kamera wireless

Kamera wireless umumnya hemat untuk operasional dasar, tetapi tetap butuh daya untuk transmisi data via Wi-Fi. Kisaran umumnya 4–10 watt per unit.

Kamera PTZ

Kamera PTZ adalah salah satu yang paling boros karena motor pan, tilt, zoom, dan mekanik bergerak membutuhkan daya tambahan. Kisaran umumnya 15–30 watt, bahkan bisa lebih saat motor aktif.

Smart camera

Kamera pintar dengan cloud, AI, atau deteksi objek punya konsumsi daya yang sangat tergantung spesifikasi. Beberapa cukup hemat, tetapi model yang lebih canggih bisa lebih tinggi dari kamera biasa.

Cara menghitung kebutuhan daya CCTV

Cara paling aman adalah menghitung semua perangkat, bukan hanya kameranya.

Gunakan rumus sederhana ini:

Total watt = jumlah watt kamera + watt DVR/NVR + watt switch + watt storage + watt monitor

Lalu tambahkan margin keamanan 10–20% untuk kondisi puncak, misalnya saat infrared menyala bersamaan atau kamera PTZ sedang bergerak.

Langkah praktis

  1. Catat watt tiap perangkat dari label adaptor atau datasheet.
  2. Jumlahkan seluruh kamera dan perangkat pendukung.
  3. Tambahkan cadangan daya 10–20%.
  4. Ubah ke kWh jika ingin menghitung biaya listrik.
  5. Cocokkan dengan kapasitas power supply, PoE switch, atau UPS.

Kalau spesifikasi hanya mencantumkan volt dan ampere, gunakan rumus:

Watt = Volt × Ampere

Contoh: adaptor 12V 1A berarti daya sekitar 12 watt.

Cara menghitung biaya listrik bulanan

Kalau total daya sistem CCTV adalah 74 watt dan menyala 24 jam, maka:

  • 74 watt = 0,074 kW
  • 0,074 × 24 jam = 1,776 kWh per hari
  • 1,776 × 30 hari = 53,28 kWh per bulan

Kalau tarif listrik misalnya Rp1.500 per kWh, maka biayanya sekitar Rp79.920 per bulan.

Ini contoh sederhana, tetapi cukup membantu untuk memperkirakan beban listrik sebelum instalasi.

Contoh perhitungan nyata

Rumah kecil, 4 kamera analog + DVR

  • 4 kamera × 6 watt = 24 watt
  • DVR = 20 watt
  • Monitor = 20 watt

Total awal = 64 watt

Tambahkan margin 15% = sekitar 74 watt

Kalau menyala 24 jam, hasilnya sekitar 53,28 kWh per bulan.

Rumah modern, 6 kamera IP PoE + NVR + switch

  • 6 kamera × 10 watt = 60 watt
  • NVR = 25 watt
  • PoE switch = 10 watt
  • HDD = 8 watt

Total awal = 103 watt

Tambahkan margin 15% = sekitar 119 watt

Pemakaian per bulan sekitar 85,68 kWh.

Usaha kecil, 12 kamera campuran + NVR + UPS

  • 8 kamera IP × 10 watt = 80 watt
  • 4 kamera PTZ × 20 watt = 80 watt
  • NVR + switch + storage = 60 watt

Total awal = 220 watt

Tambahkan margin 20% = sekitar 264 watt

Pemakaian per bulan sekitar 190,08 kWh.

Hal yang sering luput saat menghitung watt CCTV

Banyak orang hanya menghitung kamera, padahal yang sering terlupa justru:

  • DVR atau NVR
  • hard disk
  • PoE switch
  • monitor pengawas
  • adaptor cadangan
  • UPS

Padahal komponen-komponen inilah yang sering membuat total daya berbeda jauh dari perkiraan awal.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menganggap watt kamera selalu sama sepanjang hari. Faktanya, infrared night vision bisa membuat konsumsi naik saat malam.

Tinggalkan komentar

Item added to cart.
0 items - Rp0