Filter mesin cuci berfungsi seperti penjaga pertama di jalur pembuangan. Saat cucian bergerak, potongan serat, rambut, benang, pasir halus, kotoran dari kantong, sampai benda kecil seperti koin bisa ikut terbawa. Semua itu akan tertahan di filter agar tidak masuk ke pompa pembuangan atau selang pembuangan. Kalau penumpukannya dibiarkan, mesin bisa mengalami drain lambat, aroma apek, siklus cuci yang terasa lebih lama, atau bahkan shut down di tengah jalan.
Dari pengalaman pengguna, gejala filter kotor sering tidak terasa di awal. Mesin masih bisa menyala, masih bisa mengisi air, dan masih bisa berputar. Justru tanda awalnya sering berupa air yang lebih lama turun saat bilas, cucian terasa kurang bersih, atau bau lembap yang muncul pelan-pelan. Ini sebabnya membersihkan filter jauh lebih murah dan lebih aman dibanding menunggu kerusakan membesar.
Letak filter mesin cuci bisa berbeda-beda
Lokasi filter tidak sama di semua mesin cuci. Pada banyak front-loading, filter sering berada di bagian bawah panel depan, kadang tersembunyi di balik pintu kecil. Pada top-loading, sebagian model menyembunyikan filter di dalam agitator, di tepi tabung, atau di jalur drain tertentu. Beberapa model baru bahkan memakai sistem self-cleaning atau desain pompa yang tidak mengharuskan pengguna membersihkan filter secara manual.
Karena itu, sebelum memaksa membuka bagian bawah mesin, cek dulu model yang kamu pakai. Kalau kamu sedang mempertimbangkan tipe mesin cuci yang paling cocok untuk rumah, artikel mesin cuci front loading Aqua bisa membantu kamu melihat karakter pemakaian front load secara lebih nyata.
Kapan filter mesin cuci perlu dibersihkan
Tidak semua rumah punya jadwal yang sama, karena frekuensi pemakaian berbeda. Sebagian sumber menyarankan pembersihan sekitar setiap 2–3 bulan untuk pemakaian normal, sementara penggunaan berat, pakaian sangat kotor, banyak bulu hewan, atau kebiasaan lupa memeriksa kantong bisa membuat pembersihan perlu dilakukan lebih sering.
AIO Store biasanya menyarankan kamu tidak menunggu sampai ada masalah. Kalau rumahmu sering mencuci selimut, handuk tebal, atau pakaian yang banyak serat, jadwalnya sebaiknya dipercepat. Tujuannya bukan sekadar bikin filter bersih, tetapi menjaga aliran air tetap lancar dan mencegah beban ekstra pada pompa pembuangan.
Tanda filter mesin cuci mulai kotor
Beberapa gejala yang paling sering muncul adalah:
- air lambat keluar saat proses drain
- bau apek atau lembap dari tabung
- mesin terasa lebih lama menyelesaikan siklus
- air masih tersisa di tabung setelah selesai cuci
- suara kerja pompa terdengar berat atau tidak normal
- hasil cucian terasa kurang segar walau deterjen sudah cukup.
Kalau gejalanya sudah mengarah ke mesin tidak menyala sama sekali, masalahnya belum tentu filter. Dalam kasus seperti itu, ada baiknya kamu juga membaca cara memperbaiki mesin cuci mati total supaya bisa membedakan mana masalah filter, mana masalah listrik, dan mana yang memang perlu teknisi.
LG – MESIN CUCI FRONT LOADING 7 KG – FB1207S6W
Alat yang perlu disiapkan
Sebelum mulai, siapkan:
- kain lap kering
- wadah dangkal atau baskom kecil
- sikat gigi bekas atau sikat lembut
- air hangat
- sedikit sabun cair ringan bila diperlukan
- sarung tangan tipis jika ingin tangan tetap bersih
Langkah persiapan ini penting karena saat filter dibuka, sering masih ada sisa air di jalurnya. Beberapa panduan perawatan menyarankan menaruh handuk atau wadah di bawah panel akses supaya air sisa tidak tumpah ke lantai.
Cara membersihkan filter mesin cuci
1. Matikan mesin cuci dan cabut listrik
Ini langkah wajib. Mesin cuci yang masih terhubung listrik sebaiknya tidak dibuka bagian servisnya, karena kamu sedang berurusan dengan air, komponen listrik, dan bagian mekanik sekaligus. Setelah itu, jika mesin terhubung ke suplai air yang ingin kamu amankan, tutup juga alirannya.
2. Buka panel akses filter
Pada front-loading, panel biasanya ada di bagian bawah depan. Pada beberapa top-loading, letaknya bisa berbeda dan tidak selalu berupa pintu kecil yang terlihat jelas. Karena itu, lihat manual model mesinmu bila panelnya tidak langsung ketemu.
3. Siapkan wadah dan lap
Begitu panel dibuka, kemungkinan ada air sisa yang keluar. Letakkan wadah dangkal dan lap di bawahnya. Langkah ini sepele, tetapi sangat sering menyelamatkan lantai dari tumpahan air kotor.
4. Keluarkan filter dengan hati-hati
Banyak filter yang bisa dilepas dengan putaran atau tarikan ringan. Jangan dipaksa. Kalau seret, berarti masih ada kotoran yang menyangkut atau posisi pengunci belum lepas sepenuhnya. Setelah filter keluar, kamu biasanya akan melihat serat kain, rambut, benang, bahkan benda kecil yang ikut terbawa dari pakaian.
5. Buang kotoran yang menempel
Buang semua serat dan benda asing dari filter. Ini bagian yang paling sering luput, padahal justru penumpukan di sini yang membuat aliran pembuangan jadi tidak lancar. Kalau ada gumpalan halus yang menempel, gunakan sikat lembut dan air hangat.
6. Bersihkan housing atau ruang filter
Jangan hanya membersihkan filternya. Ruang tempat filter duduk juga perlu dilap dan dibersihkan dari lendir tipis, sisa deterjen, atau serat kecil yang tertinggal. Kalau bagian ini dibiarkan, filter yang baru dibersihkan pun bisa cepat kotor lagi.
7. Bilas, keringkan, lalu pasang kembali
Setelah bersih, bilas filter, keringkan seperlunya, lalu pasang kembali dengan posisi yang tepat. Pastikan terpasang rapat agar tidak terjadi bocor atau getaran aneh saat mesin mulai bekerja.
8. Jalankan tes singkat
Setelah semua tertutup, jalankan siklus singkat atau mode bilas singkat untuk memastikan air mengalir normal dan tidak ada rembesan. Langkah tes ini penting untuk memastikan pemasangan filter sudah benar.
Kesalahan yang sering dilakukan saat membersihkan filter
Banyak pengguna sudah merasa filter bersih padahal sebenarnya belum tuntas. Kesalahan paling umum adalah hanya membuang serabut yang terlihat, lalu langsung memasang kembali tanpa membersihkan ruang dudukan filter. Akibatnya, sisa kotoran kecil tetap tertinggal dan cepat menumpuk lagi.
Kesalahan berikutnya adalah membuka filter tanpa wadah penampung. Ini bikin air sisa tumpah ke lantai dan sering dianggap “mesin bocor”, padahal itu cuma air yang memang tertahan di jalur filter.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membersihkan terlalu keras. Sikat kasar atau benda tajam bisa merusak elemen plastik, seal, atau ulir pengunci. Lebih aman pakai sikat lembut dan air hangat.
Kesalahan keempat adalah terlalu jarang membersihkan filter. Kalau penggunaannya padat, apalagi ada bulu hewan, kain tebal, atau kebiasaan meninggalkan benda kecil di saku, filter akan jauh lebih cepat penuh.
Fakta yang jarang diketahui tentang filter mesin cuci
Tidak semua mesin cuci memiliki filter yang harus dibersihkan manual. Beberapa model baru memakai sistem self-cleaning atau desain pompa yang lebih modern sehingga perawatannya berbeda. Jadi, kalau kamu tidak menemukan filter yang mudah dilepas, belum tentu mesinmu rusak. Bisa saja memang desainnya dibuat tanpa akses pengguna yang sama seperti model lama.
Fakta lain yang sering diabaikan: bau apek tidak selalu berasal dari filter. Pada front-loading, kelembapan yang tertinggal di pintu karet dan area drum juga bisa memicu jamur atau bau lembap. Karena itu, menjaga bagian dalam tetap kering sama pentingnya dengan membersihkan filter.
Hal yang juga jarang disadari adalah filter yang tampak bersih di luar belum tentu bersih di dalam housing. Serat halus bisa menempel di saluran kecil dan baru terasa dampaknya saat drain mulai melambat.
Tips praktis agar filter lebih awet dan tidak cepat mampet
- cek kantong pakaian sebelum dicuci
- pisahkan pakaian berbulu dari cucian biasa
- jangan terlalu banyak memasukkan deterjen
- bersihkan filter sebelum terasa masalah
- setelah cuci berat, periksa apakah ada serat ekstra di filter
- biasakan membuka pintu mesin sebentar setelah selesai mencuci agar bagian dalam lebih kering, terutama pada front-loading.
Untuk mesin front-loading, kebiasaan mengeringkan ruang dalam setelah pemakaian sangat membantu mengurangi kelembapan yang memicu bau. Beberapa model baru bahkan hadir dengan fitur pengering drum atau sistem ventilasi khusus untuk membantu mengurangi kelembapan setelah siklus selesai.
FAQ
Berapa sering filter mesin cuci dibersihkan?
Untuk pemakaian normal, sekitar 2–3 bulan sudah masuk akal. Kalau beban cucian berat atau pakaian sering kotor, lakukan lebih sering.
Apakah semua mesin cuci punya filter yang bisa dibuka?
Tidak semua. Beberapa model baru memakai sistem self-cleaning atau desain lain sehingga pengguna tidak selalu perlu membuka filter manual.
Kenapa mesin cuci masih bau walau filter sudah dibersihkan?
Bau bisa datang dari kelembapan yang tertinggal di drum, pintu karet, atau bagian dalam lain, terutama pada front-loading.
Apakah filter kotor bisa bikin mesin cuci tidak mau buang air?
Bisa. Filter yang tersumbat dapat mengganggu drain dan memicu air lambat keluar, bau, atau siklus berhenti di tengah jalan.
Cara membersihkan filter mesin cuci sebenarnya tidak rumit, tetapi dampaknya besar. Kalau dilakukan rutin, kamu bisa menjaga aliran pembuangan tetap lancar, mengurangi bau tak sedap, dan memperpanjang umur pakai mesin cuci. Yang penting adalah tidak menunggu sampai gejala muncul. Begitu kamu tahu lokasi filter, cara melepasnya, dan jadwal pembersihan yang sesuai, perawatan mesin cuci jadi jauh lebih ringan dan lebih hemat dalam jangka panjang.
- AIO Store Cirebon: Jalan Kalijaga No.4 Kesunean, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45113
- AIO Store ASS Mall: Jalan Brigjen Darsono No. 72, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Cirebon, Jawa Barat 45132
- AIO Store Premium: Jalan Pekarungan No.15, Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45112
- AIO Store Tasikmalaya: Jalan Pasar Wetan No. 93-97 Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46123
- AIO Store Kopo Bandung: JL. Soekarno Hatta No. 318, Bandung, Jawa Barat 40233
- AIO Store Ujung Berung Bandung: Jl. AH. Nasution No.2, Pakemitan, Kec. Cinambo, RT.001/RW.001, Pakemitan, Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat 45474
- AIO Electronic HUB: JL. Rasuna Said. 1 Blok BB 01, PIK 2, Salembaran, Kosambi, Tangerang Regency, Banten 15214
- Jl. Letnan Joni No. 1 & 5, Jatibarang Baru, Kec. Jatibarang, Kabupaten Indramayu,, Jawa Barat 45273, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 45273



































































